Pengunjung

253484
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Lalu
Total
0
0
0
253484

IP: 54.163.20.57
Server Time: 2018-11-15 22:45:56

Lokasi

Sejarah

Sejarah perkembangan KKP tidak terlepas dari sejarah perkembangan Karantina di dunia. Karantina berasal dari bahasa latin yaitu “Quadraginta” yang artinya 40. Angka 40 berasal dari peristiwa isolasi yang dilakukan terhadap penderita penyakit menular selama 40 hari agar tidak menyebar ke orang lain. Tahun 1348 lebih 60 juta penduduk dunia meninggal karena penyakit Pest (dulu dikenal peristiwa Black Death). Tahun 1377 di Roguasa dibuat suatu peraturan bahwa penumpang kapal dari daerah terjangkit pest harus diisolasi di suatu tempat di luar pelabuhan  agar bebas dari penyakit tersebut. Ini adalah sejarah tindakan karantina yang pertama dilakukan. Tahun 1383 UU Karantina ditetapkan pertama kali di Marseille Prancis. Tahun 1911 di Indonesia penyakit pest muncul di Surabaya, tahun 1916 pest di Semarang dan tahun 1923 pest masuk melalui pelabuhan Cirebon. Pada waktu itu (zaman colonial Belanda) regulasi yang berlaku adalah Quarantine Ordonantie (Staatsblad Nomor 277 tahun 1911), penanganan kesehatan di pelabuhan dilaksanakan oleh Haven Arts (Dokter Pelabuhan) di bawah Haven Master (Syahbandar). Pada waktu itu Haven Art hanya ada dua yaitu di Pulau Rubiah (Sabang) dan di Pulau Onrust di Teluk Jakarta. Tahun 1949 pemerintah RI membentuk 5 pelabuhan Karantina yaitu Pelabuhan Karantina Kelas I di Tanjung Priok dan Sabang, Pelabuhan Karantina Kelas II di Surabaya dan Semarang dan Pelabuhan Karantina Kelas III di Cilacap. Inilah awal keberadaan Kesehatan Pelabuhan di Indonesia. Tahun 1959 Indonesia mengeluarkan PP No.53 tentang penyakit Karantina dan tahun 1962 dibuat UU Karantina No.1 tentang Karantina Laut dan No.2 tentang Karantina Udara. Tahun 1970 terbit SK Menteri Kesehatan No.1025/DD/Menkes/78 tentang pembentukan Dinas Kesehatan Pelabuhan Laut (DKPL) dan Dinas Kesehatan Pelabuhan Udara (DKPU). Tahun 1978 terbit SK Menkes No.147/Menkes/IV/78, DKPL dan DKPU dilebur menjadi KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP). Kedudukan KKP berada di bawah Bidang Desenbang Kanwil Depkes RI dengan Eselon III B. KKP berjumlah 44 terdiri dari Kelas A dan Kelas B. Kelas A berjumlah 10 KKP dan Kelas B berjumlah 34 KKP. Tahun 1985 terbit SK Menkes No.630/Menkes/XII/85, Jumlah KKP Kelas B bertambah 2 yaitu Bengkulu dan Dilli sehingga jumlah seluruh KKP menjadi 46. Tahun 2004 terbit SK Menkes No.265/Menkes/SK/III/2004 dan klasifikasi KKP berubah menjadi KKP Kelas I, II dan III.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengaduan Masyarakat

No messages!

Video

KKP Player


PopUp MP3 Player (New Window)